Pada bulan Mei 2016 nanti Badan Pusat Statistik (BPS) akan
menggelar Sensus Ekonomi (SE) di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten
Jembrana. Dalam SE nanti, Bupati Jembrana I Putu Artha menekankan kepada BPS
Jembrana supaya petugas yang melakukan pendataan tidak ada kepentingan pribadi,
golongan dan kelompok,serta lebih mengutamakan independensinya. “ Pendata harus
disiplin dan tidak ada kepentingan tertentu “ kata
Artha saat menerima Kepala BPS Kabupaten Jembrana Dewa Adnyana, Senin (292)
pagi di Ruang Rapat Bupati Jembrana.
Selain itu Bupati Artha juga minta data BPS disinkronkan
dengan data yang dimiliki Pemkab Jembrana, sehingga tidak terjadi keributan di
masyarakat. Sebut saja misalnya soal data kemiskinan. Pendataan yang nantinya
dilakukan BPS supay disinkronkan dengan data warga miskin Pemkab Jembrana yang
tertuang di Buku Merah. “ Data kemiskinan yang ada di Buku Merah supaya
dimasukkan juga kedalam pendataan sensus ekonomi “ harap Bupati.
Sementara itu Kepala BPS Jembrana Dewa Adnyana menjelaskan,
pihaknya telah merekrut petugas pendata sebanyak 348 orang. Perekrutan petugas
pendataan selain melalui kepala desa dan lurah, juga dibuka untuk umum. Sebelum
bertugas mereka akan diberikan pelatihan khusus tentang tatacara pengisian
kuesioner maupun pengetahuan pendataan lainnya. “ Mereka akan bertugas selama
satu bulan, mulai bulan Mei nanti “ kata Adnyana. Pihaknya juga akan
mensinkronkan dengan data yang dimiliki oleh Pemkab Jembrana saat pendataan
dilakukan. “ Kami akan mengecek dan memasukkan data yang ada di Buku Merah “
ujar Adnyana. (02.hmj).
0 komentar:
Posting Komentar